SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mengeluhkan kelangkaan air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Hingga saat ini, sedikitnya empat desa telah mengajukan permohonan bantuan pasokan air bersih secara berkala kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa permintaan bantuan air bersih tersebut bukan hanya sekali kirim, melainkan secara periodik, yang menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan air masyarakat.

“Permintaan mereka bukan sekali kirim, tetapi secara periodik. Ini yang menjadi tantangan bagi kami,” ujar Multazam, Rabu, 15 Juli 2026.

Keempat desa yang telah mengajukan permintaan secara resmi adalah Kuin Permai, Lempuyang, Rege Lestari, dan Jaya Karet.

Dalam setiap distribusi, kebutuhan air yang harus dipenuhi mencapai sekitar 15 ribu hingga 20 ribu liter, bahkan kadang mencapai 25 ribu liter. Hal ini mengharuskan BPBD menyiapkan empat hingga lima mobil tangki dalam sekali pengiriman.

Melihat kebutuhan yang besar tersebut, BPBD sudah berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mentaya agar pasokan air bersih dapat dikirim secara rutin mulai pekan ini.

“Kami berharap Perumdam sudah menyiapkan strategi pengiriman secara berkala sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelasnya.

Multazam juga mengingatkan bahwa potensi kekeringan masih berisiko meluas hingga wilayah Pulau Hanaut dan Seranau jika musim kemarau terus berlanjut. Kondisi distribusi ke wilayah tersebut dinilai lebih sulit karena harus menggunakan transportasi air.

“Kondisi itu pernah kami alami pada 2015 dan 2019. Air bersih harus diangkut menggunakan kapal besar menuju desa-desa yang terdampak,” ujarnya.

Meskipun hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari wilayah pulau tersebut, BPBD tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan air bersih apabila cuaca semakin memburuk dalam beberapa bulan mendatang.

Ia juga berharap kondisi lingkungan dan sumber air di daerah seberang sungai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat agar distribusi bantuan tidak semakin sulit dan berat.

Dengan peran aktif berbagai pihak, diharapkan persoalan kelangkaan air bersih dapat segera teratasi dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik. (DEVIANA/R)