PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus memperkuat pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai salah satu strategi meningkatkan kualitas keluarga sekaligus menekan angka stunting. Saat ini, sebanyak 33 dari total 94 desa dan kelurahan di Kobar telah berhasil mencapai klasifikasi Kampung KB Mandiri/Berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kobar, Abimayu, mengatakan capaian tersebut setara dengan sekitar 30 persen dari seluruh Kampung KB yang ada di daerah.

Menurutnya, tantangan berikutnya bukan hanya meningkatkan jumlah kampung yang naik kelas, tetapi juga mempertahankan kualitas desa yang telah berada pada klasifikasi tertinggi.

"Kami terus melakukan pembinaan melalui penguatan kapasitas kader, penyuluh KB, hingga monitoring secara berkala agar kualitas Kampung KB tetap terjaga," katanya, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sejak diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022, pembentukan Kampung KB kini diterapkan di seluruh desa dan kelurahan. Program tersebut tidak lagi hanya menyasar wilayah pesisir, kawasan kumuh, daerah tertinggal, maupun wilayah dengan tingkat ekonomi rendah.

Melalui pendekatan pembangunan berbasis keluarga, Kampung KB menjadi wadah integrasi berbagai program lintas sektor. Fokusnya meliputi penyediaan data kependudukan, perubahan perilaku masyarakat, peningkatan akses layanan keluarga, hingga penataan lingkungan.

Selain menjaga Kampung KB yang telah mandiri, DP3AP2KB Kobar juga memberikan pendampingan kepada desa-desa lain agar mampu meningkatkan klasifikasinya. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat.

Abimayu menuturkan, salah satu indikator keberhasilan Kampung KB terlihat dari penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Kobar. Dalam beberapa tahun terakhir, angka stunting mengalami penurunan dari sekitar 21 persen menjadi 16 persen.

"Walaupun belum mencapai nol kasus, tren penurunannya menunjukkan hasil yang positif," ujarnya.

Keberhasilan itu juga tercermin dari Kampung KB Mekar Sari di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai. Kampung tersebut berhasil meraih Juara II Nasional pada kategori Daerah Prioritas Sasaran Pembangunan/Wilayah Tertinggal sekaligus mampu menurunkan jumlah kasus stunting dari tiga anak menjadi satu kasus.

Menurut Abimayu, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, kader, penyuluh KB, serta partisipasi aktif masyarakat.

DP3AP2KB Kobar pun mulai mempersiapkan sejumlah desa potensial untuk mengikuti Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. 

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pemerintah berharap semakin banyak Kampung KB di Kobar yang naik ke klasifikasi mandiri dan kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (NURITA/J)