PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, secara resmi membuka Festival Sastra dan Sarasehan Budaya yang diselenggarakan Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia atau HISKI pada Rabu, 15 Juli 2026, di Ballroom Lantai 6 Gedung PPIIG Universitas Palangka Raya. Kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari berbagai daerah melalui Zoom Meeting.

Zaini mengatakan Kalimantan Tengah memiliki banyak cerita rakyat dan warisan budaya yang dapat diangkat menjadi pertunjukan seni, seperti tarian maupun pementasan budaya. Menurutnya, penyajian yang kreatif akan membuat masyarakat lebih mudah memahami sekaligus menikmati nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

"Cerita-cerita yang ada di Kalimantan Tengah apabila dikemas dalam bentuk tarian dan pertunjukan budaya akan luar biasa. Saya yakin masyarakat akan menikmati dan merasa senang menyaksikannya," ujarnya saat diwawancarai usai membuka kegiatan.

Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana, mengatakan kehadiran Wakil Wali Kota Palangka Raya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian sastra dan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

"Pembukaan oleh Bapak Wakil Wali Kota Palangka Raya menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan ruang-ruang diskusi dan apresiasi sastra serta budaya. Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat kolaborasi antara akademisi, budayawan, pemerintah, dan masyarakat," ujar Alifiah.

Festival Sastra dan Sarasehan Budaya menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum HISKI Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., Dr. Imam Qalyubi, S.S., M.Hum. dari UIN Palangka Raya, Chendana Putra Syaer Sua dari Biro Seni Adat Budaya DAD Kalimantan Tengah, serta Dr. M. Yoesoef, M.Hum. dari HISKI Komisariat Universitas Indonesia. Acara dipandu oleh Sudartomo Macaryus, M.Hum.

Menurut Alifiah, forum tersebut menjadi wadah untuk membahas perkembangan sastra Indonesia sekaligus menggali nilai-nilai budaya lokal yang dapat diwariskan kepada generasi muda. Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah kepada peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ia berharap Festival Sastra dan Sarasehan Budaya tidak hanya menghasilkan gagasan-gagasan akademik, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan sastra serta budaya sebagai bagian penting dari pembangunan karakter bangsa. (TESTI PRISCILLA/J)