BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) segera menyalurkan bantuan air bersih kepada empat desa yang terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau. Distribusi dilakukan setelah pemerintah menerima permohonan resmi dari desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.
"Menurut laporan, sudah ada beberapa desa yang mengirim surat untuk meminta pendistribusian air bersih karena mengalami kekeringan, yakni Desa Regei Lestari, Desa Lampuyang, Desa Kuin Permai di Kecamatan Teluk Sampit, serta Desa Jaya Karet di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Rabu, 15 Juli 2026.
Irawati mengatakan, Pemkab Kotim telah menggelar rapat internal bersama Penjabat Sekretaris Daerah, BPBD, dan Perumdam Tirta Mentaya untuk mempercepat penanganan krisis air bersih di wilayah terdampak.
Rapat tersebut secara khusus membahas kondisi di lapangan sekaligus kesiapan distribusi air bersih kepada masyarakat.
"Kemarin kami sudah menggelar rapat bersama Pak Sekda yang saya pimpin langsung bersama BPBD. Kami juga memanggil Perumdam Tirta Mentaya dan dihadiri langsung oleh direkturnya. Alhamdulillah mereka siap membantu menyalurkan air bersih kepada empat desa yang sudah mengajukan permohonan," ujarnya.
Ia menjelaskan, wilayah selatan Kotim memang menjadi daerah yang paling rentan mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau. Permasalahan utamanya bukan karena tidak memiliki sumber air, melainkan air tanah yang berubah menjadi asin sehingga tidak layak dikonsumsi.
"Daerah selatan sebenarnya bukan krisis air, tetapi airnya tidak bisa dikonsumsi. Sedalam apa pun sumurnya, ketika musim kemarau airnya menjadi asin sehingga tidak layak untuk kebutuhan konsumsi masyarakat," tambahnya.
Pemkab Kotim memperkirakan jumlah desa yang membutuhkan bantuan air bersih akan terus bertambah apabila musim kemarau berlangsung lama.
Karena itu, pemerintah daerah bersama BPBD dan Perumdam Tirta Mentaya terus memantau perkembangan di lapangan serta menyiapkan distribusi air bersih bagi desa-desa lain yang nantinya mengajukan permohonan bantuan.
"Kalau kemarau terus berlanjut, kemungkinan akan ada desa-desa lain yang juga meminta pendistribusian air bersih. Kami akan terus memantau dan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang layak konsumsi," pungkas Irawati. (DEWI PATMALASARI/j)









