BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sebanyak 225 mahasiswa dari Universitas Palangka Raya (UPR) melaksanakan KKN di 15 desa wilayah di Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan pada14 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Gunung Mas Richare berharap, para mahasiswa yang melaksanakan KKN tidak sekadar memenuhi kewajiban saja namun bisa membantu berkontribusi pada daerah khususnya di Kabupaten Gunung Mas.
"Selain menjadi sarana belajar, kami juga berharap besar agar kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi pemikiran, ide, dan gagasan yang konstruktif dalam membantu penyelesaian sejumlah permasalahan yang masih dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Gunung Mas," kata Richard, Rabu, 15 Juli 2026.
Dijelaskan, terdapat beberapa isu prioritas yang saya harapkan dapat menjadi perhatian dan sasaran program kerja adik-adik mahasiswa selama masa KKN berlangsung.
Pertama kata Richard yakni isu terkait stunting, pihaknya berharap mahasiswa KKN khususnya dari rumpun ilmu kesehatan secara khusus Program Studi Kedokteran dan Pertanian, dapat berperan aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil dan keluarga balita mengenai pola asuh yang baik, pemenuhan gizi seimbang, serta pemanfaatan pangan lokal bergizi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Lalu terkait permasalahan kemiskinan, diharapkan para mahasiswa bisa membantu mengidentifikasi potensi ekonomi masyarakat setempat serta memberikan masukan sederhana kepada Pemerintah Desa dalam hal manajemen usaha, maupun literasi keuangan sehingga masyarakat dapat lebih berdaya secara ekonomi.
Kemudian isu terkait promosi wisata desa, Richard berharap kepada para mahasiswa yang melaksanakan KKN di Kabupaten Gunung Mas bisa turut mempromosikan objek wisata yang ada di Kabupaten Gunung Mas melalui pembuatan konten-konten digital.
"Kemudian ada isu pengendalian sampah, yang kami harapkan agar para mahasiswa bisa mendampingi masyarakat dalam berbagi pengetahuan bagaimana cara memilah sampah dan memberikan contoh sederhana," ucap Richard.
Lalu terkait pemanfaatan pekarangan sebagai lahan tanam, berharap para mahasiswa bisa mengajak masyarakat memanfaatkn lahan pekarangan untuk ditanami sayuran, tanaman obat keluarga namun tanaman produktif lainnya.
"Kelima isu tersebut tentu tidak harus diselesaikan secara tuntas dalam waktu KKN yang relatif singkat. Namun, sekecil apa pun ide, gagasan, dan langkah nyata yang adik-adik berikan, saya yakin akan memberikan manfaat dan menjadi bekal pengalaman berharga, baik bagi masyarakat maupun bagi adik-adik mahasiswa sendiri," tukasnya. (RISKA YULYANA/y)









