BORNEONEWS, Sampit - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Multazam K. Anwar mengungkapkan kekeringan masih bisa semakin meluas jika kemarau semakin panjang.
"Saat ini masih Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan Teluk Sampit. Sudah ada empat desa yang mengusulkan air bersih, " katanya, Kamis, 16 Juli 2026.
Desa yang mulai merasakan dampak kemarau keterbatasan air bersih yaitu Kuin Permai, Regei Lestari, Lampuyang dan Jaya Karet.
Ia menyebut berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau akan terjadi selama lima bulan. Jika kemarau lebih panjang, kekeringan lebih meluas seperti ke wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.
"Kondisi itu pernah kamialami pada 2015 dan 2019 lalu. Karena akses ke Pulau Hanau melalui jalur sungai maka distribusi air bersih menggunakan kapal besar," terangnya.
Lebih lanjut jika kekeringan semakin luas, pihaknya akan berkoordinasi dengan Permudahkan Tirta Mentaya agar distribusi dapat dilakukan secara rutin nantinya.
"Kami berharap kondisi lingkungan dan sumber air di daerah sebaerang masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga distribusi bantuan tidak semakin berat, " harapnya. (DEVIANA/H)









