BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto mengajak masyarakat meningkatkan literasi keuangan dan mulai mengenal investasi di pasar modal syariah sebagai langkah membangun kemandirian finansial sekaligus menghindari praktik investasi bodong dan pinjaman online ilegal.
Hal ini disampaikan Wabup saat mewakili Bupati Kobar membuka kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang diselenggarakan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kobar di Aula Sangga Banua.
Kegiatan edukasi tersebut diikuti sekitar 125 peserta yang berasal dari kalangan dosen, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara (ASN), hingga masyarakat umum.
Wabup mengatakan Pemkab Kobar memberikan apresiasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan edukasi tersebut.
"Atas nama Pemkab Kobar, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bursa Efek Indonesia, OJK, serta seluruh pihak penyelenggara yang telah menginisiasi kegiatan edukatif ini. Ini adalah langkah nyata dan strategis dalam membangun masyarakat Kobar yang cerdas dan mandiri secara finansial," jelas Wabup.
Menurutnya, perkembangan zaman menjadikan investasi bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun, meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai agar tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi.
"Literasi keuangan yang kuat adalah benteng utama kita. Melalui edukasi seperti ini, masyarakat diajak untuk cerdas membedakan mana investasi yang benar-benar logis dan legal, serta terhindar dari jeratan investasi bodong maupun pinjaman online ilegal yang merugikan," jelas Wabup.
Wabup menjelaskan, pasar modal syariah menawarkan berbagai pilihan instrumen investasi seperti saham syariah, reksa dana syariah, hingga sukuk yang diawasi secara ketat oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Dengan pengawasan tersebut, masyarakat dapat berinvestasi tanpa khawatir terhadap unsur riba, gharar atau ketidakpastian, maupun maysir atau judi).
Suyanto juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memulai investasi meskipun dengan modal terbatas. Menurutnya, konsistensi dalam berinvestasi jauh lebih penting dibandingkan besarnya modal pada tahap awal.
"Berinvestasi tidak harus menunggu modal yang besar. Mulailah secara konsisten dari jumlah yang kecil dan terukur. Semoga melalui kegiatan ini lahir investor-investor baru yang mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat Kobar," jelas Wabup.
Ketua Umum Pengurus Daerah MES Kabupaten Kobar Syahruddin menyampaikan bahwa penyelenggaraan SPMS merupakan hasil kolaborasi MES Kobar, MES Kalimantan Tengah, OJK, dan BEI Kalimantan Tengah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya terkait pasar modal syariah.
"Kami berharap masyarakat semakin memahami instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Literasi keuangan yang baik akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing," jelas Syahruddin. (WAHYU KRIDA/H)









