BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery mengingatkan agar persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya segera mendapat perhatian serius.
Menurutnya, gangguan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga terhadap fasilitas umum yang berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan.
Khemal mengatakan, salah satu dampak yang paling dirasakan adalah padamnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan maupun tindak kriminalitas, terutama pada malam hari.
Selain itu, ia menyoroti terganggunya operasional lampu lalu lintas (traffic light) akibat pemadaman listrik. Padamnya lampu pengatur lalu lintas berpotensi menimbulkan kemacetan hingga meningkatkan risiko kecelakaan di persimpangan jalan.
"Pemadaman listrik tidak hanya memengaruhi aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada pelayanan publik. Ketika PJU dan traffic light ikut padam, maka aspek keselamatan pengguna jalan juga ikut terancam," ujar Khemal, saat dikonfirmasi, Kamis 16 Juli 2026.
Ia berharap instansi terkait bersama pihak PLN dapat memperkuat koordinasi untuk meminimalkan dampak pemadaman, termasuk memastikan fasilitas vital seperti lampu lalu lintas dan penerangan jalan memiliki sistem cadangan atau penanganan yang cepat saat terjadi gangguan.
Khemal juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, khususnya ketika melintasi ruas jalan atau persimpangan yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi akibat pemadaman listrik.
"Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas hingga pasokan listrik kembali normal," pungkasnya. (MARINI/R)









