BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, mengusulkan agar korban bencana alam dan kebakaran menjadi salah satu kelompok prioritas penerima bantuan rumah layak huni.
Usulan tersebut disampaikan seiring dukungan Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap Program Strategis Nasional pengadaan 3 juta rumah melalui peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi hunian yang aman dan sehat.
“Program ini sangat baik dan perlu terus didukung. Namun, saya berharap masyarakat yang menjadi korban bencana alam maupun kebakaran juga dapat menjadi prioritas penerima bantuan rumah layak huni,” kata Hap saat dikonfirmasi, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, korban bencana dan kebakaran sering kehilangan tempat tinggal secara mendadak sehingga membutuhkan perhatian serta dukungan pemerintah untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Selain menyasar warga terdampak bencana, program tersebut tetap perlu memprioritaskan keluarga berpenghasilan rendah yang masih menempati rumah tidak layak huni.
Hap menilai peningkatan kualitas hunian merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.
“Warga yang terdampak bencana maupun kebakaran sama-sama membutuhkan perhatian pemerintah karena kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah yang cukup berat,” ujarnya.
Pada 2026, Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 20 unit rumah layak huni.
Bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria dan persyaratan penerima berdasarkan hasil pendataan serta verifikasi pemerintah daerah.
Hap meminta proses penetapan penerima bantuan dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, dan menggunakan data yang valid.
Pendataan juga harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru terlewat dari program bantuan.
Ia berharap Program 3 Juta Rumah dapat mendukung terwujudnya hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kota Palangka Raya.
Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga berpenghasilan rendah sekaligus membantu pemulihan warga yang kehilangan rumah akibat bencana maupun kebakaran. (MARINI/j)









