BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen menjaga kelestarian hutan tidak hanya diwujudkan melalui upaya konservasi, tetapi juga dengan memastikan keselamatan masyarakat yang bertugas di lapangan. Untuk itu, Lembaga Pengelola Hutan Desa atau LPHD Petak Puti menggelar Pelatihan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi anggota tim patroli hutan di Kantor Desa Petak Puti pada Rabu, 8 Juli 2026.
Pelatihan menghadirkan pemateri dari Tim Sustainability dan Tim Medis PT Menteng Kencana Mas atau MKM. Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu menjalankan pengelolaan kawasan hutan secara aman, efektif, dan berkelanjutan, mengingat tim patroli menghadapi berbagai risiko seperti medan yang berat, potensi kecelakaan kerja, hingga ancaman satwa liar.
LPHD Petak Puti sendiri merupakan mitra pengelola kawasan dalam implementasi Remediation and Compensation Procedure (RaCP) milik PT Sawit Multi Utama (SMU) dan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA), dua unit bisnis PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). "Melalui skema tersebut, perusahaan bersama masyarakat mengelola kawasan hutan bernilai konservasi tinggi sebagai bagian dari komitmen perlindungan keanekaragaman hayati, pemulihan ekosistem, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan," kata Pendamping Program RaCP PT SMU dan PT TSA, Amrullah dalam rilisnya kepada Borneonews pada Kamis, 16 Juli 2026.
Pelatihan diikuti anggota LPHD Petak Puti, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa atau BPD, serta pendamping dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung atau KPHL Kapuas Kahayan. Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi peserta saat melaksanakan patroli, pemantauan kawasan, dan kegiatan pengelolaan hutan.
"Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan tim patroli dalam mengenali potensi bahaya, menerapkan prosedur keselamatan kerja, serta memberikan penanganan awal pada kondisi darurat semakin meningkat," katanya.
Bekal tersebut dinilai penting untuk mendukung efektivitas patroli sekaligus meminimalkan risiko yang dihadapi para pengelola hutan di lapangan.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari pendekatan kolaboratif yang dikembangkan SSMS bersama masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Selain berfokus pada pelestarian lingkungan, perusahaan juga mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sebagai mitra utama dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/J)









