SAMARINDA –

BORNEONEWS, Penajam Paser Utara – Otorita Ibu Kota Nusantara memastikan percepatan pembangunan IKN tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan, estetika kawasan, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan percepatan pengerjaan berbagai proyek tidak boleh mengurangi standar pembangunan yang telah ditetapkan.

“Percepatan pembangunan tetap menjaga estetika dan kualitas hasil pembangunan,” kata Basuki di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kamis, 16 Juli 2026.

Selain kualitas dan estetika, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian agar seluruh proses pembangunan dapat berlangsung secara aman dan nyaman.

“Keselamatan kerja juga tetap dikedepankan sehingga percepatan pembangunan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Menurut Basuki, pembangunan IKN tetap berpedoman pada tiga pilar utama, yakni kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.

Perkembangan proyek terus dipantau melalui forum monitoring dan evaluasi. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat untuk menyelaraskan pekerjaan yang dibiayai melalui APBN, investasi swasta, serta skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU.

Melalui anggaran negara yang dikelola Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sebanyak sembilan paket telah selesai pada 2025, sedangkan 15 paket masih berada dalam tahap konstruksi dan 16 lainnya dalam persiapan lelang.

Paket yang sedang dikerjakan meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, serta kolam retensi.

Pembangunan juga mencakup jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari penyediaan layanan dasar perkotaan dan sistem pengelolaan air minum di IKN.

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 paket telah diselesaikan dan 12 paket masih dalam proses konstruksi.

Sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang bentang pendek, dan sejumlah ruas jalan pendukung.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah selesai, sedangkan satu paket masih dalam tahap konstruksi.

Paket yang masih dikerjakan berupa pembangunan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi dalam rangka mendukung penataan kawasan IKN.

Dari skema investasi swasta, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama. Sembilan proyek telah selesai dibangun dan enam proyek lainnya memasuki tahap konstruksi.

Enam proyek tersebut meliputi Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, serta Apartemen PT Star Bright International Investment.

Proyek lainnya adalah kawasan campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.

Adapun melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan.

Pembangunan hunian tersebut antara lain mencakup 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun oleh PT Nindya Karya.

Basuki menegaskan seluruh skema pembangunan akan terus diselaraskan agar percepatan pengembangan IKN tetap menghasilkan kawasan ibu kota yang berkualitas, tertata, aman, dan berkelanjutan.

ANTARA