SAMARINDA –

BORNEONEWS, Jakarta – TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara menggelar patroli bersama di wilayah perbatasan laut Indonesia-Malaysia, Kamis, 16 Juli 2026.

Patroli lintas matra tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi ancaman terhadap wilayah kedaulatan Indonesia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan sinergi antara unsur laut dan udara penting untuk meningkatkan efektivitas pemantauan aktivitas di kawasan perbatasan.

“Sinergi antara TNI AL dan TNI AU menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas di kawasan perbatasan laut dan udara Indonesia-Malaysia,” kata Tunggul.

Patroli tersebut melibatkan KRI Terapang-648 dan KRI Golok-688 dari TNI Angkatan Laut serta pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara.

Kapal perang melakukan pengawasan dari laut, sedangkan pesawat TNI AU memantau kawasan perbatasan dari udara untuk memperluas jangkauan operasi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar sesuai prosedur keamanan serta standar operasi yang telah ditetapkan.

Tunggul mengatakan tidak ditemukan aktivitas maupun objek mencurigakan selama patroli laut dan udara tersebut berlangsung.

Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan wilayah teritorial Indonesia tetap aman dari berbagai bentuk ancaman maupun pelanggaran.

TNI AL juga akan terus memperkuat kesiapsiagaan operasional serta meningkatkan kemampuan prajurit dalam menjalankan operasi gabungan bersama TNI AU.

“TNI Angkatan Laut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan operasional serta meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi gabungan bersama TNI Angkatan Udara,” ujarnya.

Patroli bersama tersebut diharapkan meningkatkan koordinasi antarmatra sekaligus memperkuat sistem pertahanan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

ANTARA