PALANGKA RAYA –

BORNEONEWES, Palangka Raya - Anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa atau LPHD Petak Puti mendapatkan pembekalan keterampilan keselamatan kerja melalui Pelatihan Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 yang digelar sebagai bagian dari penguatan kapasitas pengelola kawasan hutan dalam program Remediation and Compensation Procedure atau RaCP PT Sawit Multi Utama atau SMU dan PT Tanjung Sawit Abadi atau TSA.

Pendamping Program RaCP PT SMU dan PT TSA, Amrullah, mengatakan pelatihan tersebut dirancang sesuai dengan kondisi yang dihadapi tim patroli di lapangan. Selain meningkatkan pemahaman mengenai keselamatan kerja, peserta juga dibekali kemampuan menghadapi berbagai situasi darurat yang berpotensi terjadi selama melakukan patroli hutan.

"Melalui pelatihan ini kami ingin memastikan anggota LPHD memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri sendiri maupun rekan kerja saat bertugas. Keselamatan personel menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan," ujar Amrullah dalam rilisnya kepada Borneonews pada Jumat, 17 Juli 2026.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai prinsip-prinsip dasar K3, mulai dari identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, hingga langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja selama beraktivitas di kawasan hutan. Materi disampaikan dengan menyesuaikan karakteristik medan dan tantangan yang dihadapi tim patroli.

Selain itu, Tim Medis PT Menteng Kencana Mas atau MKM memberikan pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan atau P3K, meliputi penanganan luka ringan, luka berat, patah tulang, hingga kondisi darurat seperti korban pingsan. Peserta juga mempraktikkan Bantuan Hidup Dasar atau BHD atau resusitasi jantung paru atau RJP sebagai bekal memberikan pertolongan awal sebelum tenaga medis tiba.

Menurut Amrullah, materi mengenai penanganan gigitan ular dan satwa liar juga menjadi salah satu sesi yang paling penting.

"Mengingat aktivitas patroli dilakukan di kawasan hutan, peserta diperkenalkan dengan jenis-jenis reptil yang berpotensi membahayakan serta prosedur pertolongan pertama yang benar apabila terjadi insiden," tuturnya.

Ia berharap kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat meningkatkan rasa percaya diri anggota LPHD dalam menjalankan tugas patroli sekaligus memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan melalui penerapan aspek keselamatan kerja yang lebih baik. (TESTI PRISCILLA/H)