PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hasil-hasil penelitian yang akan dipamerkan dalam Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2026 menunjukkan bahwa kelapa sawit memiliki potensi lebih luas daripada sekadar bahan baku minyak nabati. Berbagai inovasi di bidang kesehatan hingga energi menjadi bukti pengembangan riset sawit terus berkembang.

Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika, M.Sc. memaparkan hasil penelitian mengenai pengaruh suplementasi Red Palm Oil pada diet ibu hamil terhadap kualitas air susu ibu dan status gizi bayi. Penelitian tersebut menunjukkan minyak sawit merah mengandung beta karoten, vitamin A, vitamin E, dan antioksidan yang berpotensi mendukung peningkatan status gizi ibu dan anak.

"Kelapa sawit memiliki kandungan nutrisi yang sangat potensial untuk mendukung perbaikan status gizi masyarakat. Melalui riset yang berkelanjutan, kita dapat mengembangkan berbagai produk pangan yang tidak hanya aman, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas," jelasnya dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 17 Juli 2026.

Selain bidang kesehatan, inovasi pemanfaatan sawit juga berkembang pada sektor energi. Dr. Ir. C.B. Rasrendra, S.T., M.T. mempresentasikan hasil penelitian Teknologi BENSA (Bensin Sawit) berbasis Mixed Industrial Vegetable Oil (MIVO) yang dinilai memiliki prospek besar sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

"BENSA merupakan salah satu contoh bagaimana hasil riset mampu membuka peluang pemanfaatan baru bagi kelapa sawit. Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya domestik," ujarnya.

PERISAI 2026 akan digelar pada 20–21 Juli di Jakarta dan direncanakan dihadiri sejumlah menteri serta pemangku kepentingan dari dalam maupun luar negeri. Melalui forum ini, BPDP ingin memperkuat sinergi riset dan inovasi agar kelapa sawit tidak hanya menjadi komoditas unggulan, tetapi juga menjadi sumber solusi bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (TESTI PRISCILLA/H)