PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) turut menjadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7–13 Juli 2026 menunjukkan tingginya partisipasi publik yang berdampak langsung pada peningkatan konsumsi masyarakat.

Hasil survei mencatat sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nobar sedikitnya satu kali selama turnamen. Rata-rata pengeluaran mencapai Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia.

Sebagian besar pengeluaran tersebut digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data internet, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.

Kondisi ini membuat manfaat ekonomi turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyediakan kebutuhan masyarakat selama berlangsungnya turnamen.

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad, mengatakan hasil survei menunjukkan manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tapi juga mengalir hingga tingkat komunitas melalui aktivitas masyarakat.

"Tingginya partisipasi dalam kegiatan nobar memperlihatkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional mampu menciptakan perputaran ekonomi di berbagai sektor sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi lokal," katanya dalam rilis kepada Borneonews pada Jumat, 17 Juli 2026.

Piala Dunia FIFA 2026 dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran, komunitas, dan UMKM mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas di tengah masyarakat.(TESTI PRISCILLA)