BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya pelindungan bahasa daerah menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara ke Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah pada awal Juli 2026.
Selain membahas program pendidikan, kedua pihak juga berkomitmen memperkuat pelestarian bahasa daerah di wilayah Barito Utara.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menegaskan bahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
"Pelindungan bahasa daerah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar bahasa daerah tetap hidup, digunakan, dan diwariskan kepada generasi muda, seiring dengan pemartabatan bahasa Indonesia," kata Sukardi pada Jumat, 17 Juli 2026.
Selain isu pelindungan bahasa daerah, pertemuan juga membahas pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu sebagai salah satu upaya menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu, serta pelaksanaan UKBI dan peningkatan kapasitas guru melalui Bimbingan Teknis Guru Utama.
"Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia sekaligus menjaga keberlangsungan bahasa daerah maka perlu kita pastikan peningkatan kapasitas guru," tambahnya.
Melalui kerja sama tersebut, Balai Bahasa Kalteng berharap berbagai program kebahasaan dan kesastraan dapat terlaksana secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Barito Utara.(TESTI PRISCILLA)









