PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah menyelenggarakan Sekolah Pasar Modal Syariah bagi anggota Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES Kabupaten Kotawaringin Barat serta Sekolah Pasar Modal bagi karyawan Bank Perekonomian Rakyat atau BPR di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu atau SEPMT Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal kepada berbagai segmen masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, menjelaskan bahwa edukasi pasar modal menjadi langkah penting agar masyarakat memahami berbagai instrumen investasi yang tersedia, termasuk pasar modal syariah.

"Melalui sekolah pasar modal, peserta dibekali pengetahuan mengenai mekanisme investasi, manfaat, hingga pentingnya memilih instrumen yang legal dan berada di bawah pengawasan OJK," kata Ika Budhi dalam rilisnya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Selain memberikan materi edukasi, peserta juga didorong untuk membuka rekening investasi sebagai langkah awal menjadi investor di pasar modal. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sektor jasa keuangan sekaligus mendukung target peningkatan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah.

"Melalui kolaborasi OJK dan BEI Kalimantan Tengah, pelaksanaan Road to SEPMT 2026 diharapkan mampu melahirkan investor-investor baru yang memahami prinsip investasi secara bijak, termasuk bagi masyarakat yang memilih instrumen berbasis syariah," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)