SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menyebut orang tua berperan penting dalam mencegah dampak buruk penggunaan gawai pada anak, khususnya yang baru memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menurutnya, masa remaja merupakan fase yang rentan sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga.

"Karena sudah memasuki SMP, usia mereka masih labil. Jadi di rumah orang tua harus mengawasi penggunaan gawai anak-anaknya," kata Irawati, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menyampaikan, pengawasan terhadap penggunaan telepon pintar menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga. Orang tua diharapkan dapat membuat aturan yang jelas mengenai durasi dan jenis penggunaan gawai di rumah.

Penggunaan gawai tanpa pengawasan dapat membuat anak terlalu banyak menghabiskan waktu bermain gim daring. Selain itu, anak juga berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya saat mengakses internet.

"Kadang saat membuka ponsel bisa saja muncul konten atau gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Karena itu pengawasan orang tua sangat penting," ujarnya.

Menurut Irawati, pembatasan waktu penggunaan gawai menjadi salah satu langkah yang dapat diterapkan untuk mencegah dampak negatif teknologi terhadap perkembangan anak.

"Kalau bisa waktunya dibatasi. Intinya aturan penggunaan gawai itu kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Ia menambahkan, di lingkungan sekolah juga telah diterapkan aturan mengenai penggunaan gawai oleh siswa. Karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua diperlukan agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak.

"Di sekolah sudah ada aturan penggunaan gawai. Jadi gunakan gawai untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)