KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Keberadaan truk yang kerap parkir di bahu hingga sebagian badan Jalan Trans Kalimantan di wilayah Kecamatan Kapuas Hilir dan Kapuas Timur mulai dikeluhkan warga. Kendaraan besar yang berhenti tanpa lampu peringatan maupun rambu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika kondisi penerangan sangat minim.

Kekhawatiran itu disampaikan Yuda, warga Kapuas, yang mengaku hampir menabrak sebuah truk yang terparkir di tepi jalan pada Rabu malam kemarun. Menurutnya, posisi truk saat itu sebagian badan kendaraan masuk ke badan jalan, sementara situasi di lokasi gelap dan tidak terdapat tanda peringatan yang dapat terlihat dari kejauhan.

"Kondisi jalan sangat gelap, beruntung saya tidak laju berkendara," ungkap Yuda saat menceritakan pengalamannya, Jumat, 17 Juli 2026. Ia mengatakan truk tersebut tidak menyalakan lampu hazard maupun memasang rambu pengaman sehingga keberadaannya baru terlihat ketika kendaraan sudah berada dalam jarak dekat.

Menurut Yuda, kondisi seperti itu sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih Jalur Trans Kalimantan merupakan ruas dengan mobilitas kendaraan yang cukup tinggi, termasuk kendaraan angkutan barang. Pengendara yang melintas pada malam hari berpotensi tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar apabila mendapati kendaraan besar yang berhenti secara tiba-tiba di depan mereka.

Usai mengalami kejadian tersebut, Yuda mengaku langsung menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi agar pengendara lebih berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut, khususnya pada malam hari. Ia berharap tidak ada pengguna jalan lain yang mengalami kejadian serupa.

Harapan senada disampaikan Husni, warga Kapuas lainnya. Ia meminta para sopir truk yang terpaksa berhenti di sisi jalan agar memperhatikan aspek keselamatan dengan memasang segitiga pengaman atau tanda peringatan lain yang mudah terlihat oleh pengendara dari kejauhan, terutama di lokasi yang minim penerangan.

"Jangan sampai ada korban, baru sadar dan ditindak," ujar Husni. Warga berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas sehingga keberadaan kendaraan yang parkir di tepi Jalan Trans Kalimantan tidak lagi menjadi ancaman yang dapat memicu kecelakaan fatal. (SABRIANOOR/j)