JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meninjau pengembangan komoditas tebu dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahannya menjadi bioetanol, di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026.

Peninjauan dilakukan saat Presiden menghadiri panen raya komoditas tebu, padi, dan kedelai dari lahan yang mendapat pendampingan tiga matra TNI.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Lanud Abdulrachman Saleh menjadi salah satu contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi.

Tebu yang dihasilkan dari perkebunan binaan TNI Angkatan Udara diolah oleh PT Sinergi Gula Nusantara bersama Pertamina New and Renewable Energy.

“Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir,” kata Prasetyo.

Menurutnya, tebu tidak hanya diolah menjadi gula, tetapi juga menjadi bioetanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, dan berbagai produk industri bernilai tambah.

Pengembangan tersebut diharapkan mendukung ketahanan energi sekaligus memperkuat industri nasional.

Dalam kunjungan itu, Prabowo turut melihat sejumlah produk hilirisasi tebu yang dipamerkan, termasuk gula, bioetanol, produk pangan, serta produk industri berbasis etanol.

Presiden juga meninjau hasil pengelolaan lahan pangan yang didampingi TNI Angkatan Darat untuk komoditas padi, TNI Angkatan Laut untuk kedelai, dan TNI Angkatan Udara untuk tebu.

Prasetyo menjelaskan pendampingan TNI Angkatan Darat sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah mencakup sekitar 6,26 juta hektare lahan padi.

Lahan tersebut menghasilkan sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung 55,24 persen dari target produksi beras nasional pada 2026.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut mendampingi pengelolaan lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi mencapai 3.676 ton.

TNI Angkatan Udara mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi sekitar 18,386 juta ton.

Produksi tersebut setara dengan sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen dari target produksi gula nasional pada 2026.

Prasetyo mengatakan pemerintah meyakini swasembada pangan dapat dicapai melalui sinergi antara TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dunia usaha, akademisi, serta petani.

“Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan.

ANTARA