BORNEONEWS, Banjarmasin - Pengaruh minuman keras kembali memicu tindak kriminal di Kota Banjarmasin. Seorang pemuda berinisial AF (21) diamankan aparat kepolisian setelah diduga menusuk teman sekaligus kenalannya, H, dalam insiden yang terjadi di Jalan Sungai Miai Dalam RT 05, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Aksi tersebut diduga dipicu emosi setelah keduanya sama-sama berada di bawah pengaruh alkohol.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol. Timbul R.K. Siregar, menjelaskan, sebelum penusukan terjadi, korban lebih dahulu mengajak pelaku berkelahi. Tantangan itu muncul ketika keduanya sedang mabuk hingga situasi memanas dan berujung tindak kekerasan.
"H mengajak AF berkelahi dan kondisi mereka saat itu sama-sama mabuk," ujar Kombes Pol. Timbul, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut hasil penyelidikan, pelaku sempat meninggalkan lokasi usai cekcok. Namun, bukannya meredakan emosi, AF justru pulang ke rumah untuk mengambil sebilah pisau dapur. Setelah itu, ia kembali mendatangi korban yang saat itu sedang bermain gim bersama sejumlah temannya.
Tanpa banyak bicara, AF diduga langsung menusuk korban dari arah belakang. Serangan mendadak itu membuat korban tidak sempat menghindar. Teman-teman korban yang melihat kejadian segera berusaha melerai, sedangkan pelaku langsung melarikan diri dari lokasi.
Akibat penusukan tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri dan harus mendapatkan penanganan medis. Beruntung, korban selamat meski mengalami luka akibat serangan tersebut.
Polisi menyebut motif penganiayaan dipicu emosi sesaat yang dipengaruhi konsumsi minuman beralkohol. "Jadi motif penganiayaan ini terpancing emosi karena pengaruh alkohol," tegas Kombes Pol. Timbul.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan AF dan kini telah menahannya di Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar menghindari konsumsi minuman keras karena kerap menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan maupun kriminalitas. (SABRIANOOR/y)









