BORNEONEWS, Jakarta Timur – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Barito Timur, Asa Arya Sudarman, membidik percepatan transformasi digital di Kalimantan Tengah setelah berhasil meraih Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI Tahun 2026. Melalui beasiswa tersebut, ia akan menempuh Program Magister Teknik Elektro di Universitas Indonesia (UI) dengan fokus pada pengembangan teknologi telekomunikasi dan sistem nirkabel cerdas.
Asa menjadi satu-satunya peserta asal Kalimantan Tengah yang mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK) Angkatan 278 LPDP bersama 236 awardee dari seluruh Indonesia di Asrama Haji Jakarta Timur pada 13–18 Juli 2026. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah melalui inovasi teknologi.
Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan. Lahir di Bogor pada 21 Juni 1995, Asa menghabiskan masa kecil hingga lulus SMA di Kota Hujan sebelum melanjutkan pendidikan S-1 Teknik Elektro di Universitas Udayana. Setelah lulus, ia berkarier sebagai pramugara Malaysia Airlines yang memberinya kesempatan menjelajahi berbagai negara dan mengenal beragam budaya.
Meski memiliki karier yang menjanjikan, Asa memilih kembali mengabdi di Kalimantan Tengah. Pada awal 2024, ia mulai mempersiapkan diri mengikuti seleksi Beasiswa LPDP sekaligus mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Di tengah jadwal penerbangan yang padat, ia membagi waktu untuk belajar, menyusun esai, dan mempersiapkan seluruh tahapan seleksi.
Perjalanan itu sempat diwarnai kegagalan setelah tidak lolos pada seleksi LPDP Batch 1 Tahun 2024. Namun, Asa tidak menyerah. Ia kembali mengikuti seleksi hingga akhirnya berhasil meraih Beasiswa LPDP pada Batch 2 Tahun 2024 bersamaan dengan kelulusannya sebagai CPNS.
"Saya gagal pada saat mendaftar Beasiswa LPDP Batch 1 Tahun 2024. Hampir menyerah karena saya sangat yakin mendapatkan beasiswa ini. Tetapi saya percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik. Puji Tuhan saya berhasil di Batch 2 Tahun 2024 bersamaan dengan penerimaan CPNS 2024," ujar Asa.
Kelulusan sebagai penerima LPDP dan CPNS dalam waktu yang hampir bersamaan membuat Asa harus menentukan pilihan. Dukungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur menguatkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan sebagai investasi ilmu sebelum kembali mengabdi di daerah.
Kini Asa bertugas di Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Barito Timur. Pengalaman di instansi tersebut membuatnya memahami berbagai tantangan pembangunan digital, mulai dari pemerataan akses informasi, keterbatasan infrastruktur telekomunikasi hingga kebutuhan menghadirkan layanan publik yang lebih cepat dan efisien.
Berbekal pengalaman itu, Asa memilih Program Magister Teknik Elektro Universitas Indonesia dengan peminatan Telekomunikasi dan Sistem Nirkabel Cerdas. Menurutnya, penguasaan teknologi komunikasi modern, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta sistem jaringan nirkabel akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan di Kalimantan Tengah.
Komitmennya terhadap pengembangan teknologi juga tercermin melalui keterlibatannya di Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Ia aktif pada komunitas Internet of Things (IoT) dan Student Activities Committee IEEE Indonesia Section yang berkolaborasi dalam berbagai kegiatan pengembangan teknologi dan kemahasiswaan di tingkat internasional.
Selama mengikuti Persiapan Keberangkatan LPDP, Asa juga dipercaya menjadi moderator pada sesi Sosialisasi Budaya Antikorupsi yang menghadirkan Prof. Dr. Juneman Abraham, S.Psi., M.Si., Wakil Rektor Bidang Research and Technology Transfer BINUS University sekaligus Profesor Psikologi Sosial. Ia juga berkesempatan berdialog langsung dengan Wakil Menteri Keuangan RI Jodi Mahardi Agung dan jajaran Direksi LPDP.
Pada malam penutupan kegiatan, Jumat, 17 Juli 2026, Asa mengenakan jaket bermotif etnik Kalimantan Tengah sebagai simbol kecintaannya terhadap budaya daerah. Baginya, identitas lokal harus tetap berjalan berdampingan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia, Asa bertekad kembali ke Kalimantan Tengah untuk mempercepat transformasi digital melalui penguatan tata kelola pemerintahan, pengembangan infrastruktur telekomunikasi, serta inovasi pelayanan publik berbasis teknologi. Ia juga bercita-cita mengabdi sebagai Widyaiswara di BPSDM Provinsi Kalimantan Tengah dan dosen di Universitas Palangka Raya agar dapat berbagi ilmu kepada generasi muda.
"Ubahlah 'saya tidak bisa' menjadi 'saya pasti dan harus bisa'. Berjuanglah sungguh-sungguh disertai doa, jaga kejujuran dan konsistensi dalam setiap langkah, serta tebarkan kebaikan tanpa pamrih karena dari sanalah daerah kita akan maju, dibangun oleh anak-anaknya sendiri yang berani melangkah di tengah keterbatasan," pesannya kepada generasi muda Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









