PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya aksi penembakan terhadap anjing peliharaan warga di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya mulai menimbulkan keresahan. Sejumlah peristiwa bahkan terekam kamera CCTV rumah warga dan diduga dilakukan secara terencana.

Aksi tersebut tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan di beberapa kawasan di Kota Palangka Raya. Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku diduga menggunakan senjata jenis airsoft gun untuk melumpuhkan anjing sebelum membawa kabur hewan tersebut.

Kepala UPTD Puskeswan Kalampangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono, menduga aksi tersebut lebih mengarah pada praktik pencurian anjing yang dilakukan secara terorganisasi.

"Menurut saya ini lebih ke sindikat pencurian anjing. Tindakan seperti itu sangat tidak dibenarkan karena mereka sengaja mendatangi rumah-rumah untuk mencuri dan mengambil anjing yang kemudian diduga dijual," kata drh Eko kepada Borneonews pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat memelihara anjing bukan sekadar hobi, tetapi sebagai penjaga keamanan lingkungan. Keberadaan anjing dinilai menjadi alarm dini apabila terjadi gangguan keamanan di sekitar rumah.

Karena itu, menurut Eko, tindakan menembak dan membawa kabur anjing peliharaan tidak hanya merugikan pemilik, tetapi juga menghilangkan fungsi pengamanan lingkungan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)