PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal melalui rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu atau SEPMT Tahun 2026. Program tersebut dibarengi target pembentukan 1.000 Single Investor Identification atau SID baru di Kalimantan Tengah sepanjang 2026.

Target tersebut menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Syariah bagi anggota Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES Kabupaten Kotawaringin Barat serta Sekolah Pasar Modal bagi karyawan Bank Perekonomian Rakyat atau BPR di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Kalteng, Ika Budhi Pratiwi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap investasi yang aman dan legal.

"Melalui Road to SEPMT 2026, kami tidak hanya memberikan edukasi mengenai pasar modal, tetapi juga mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi melalui instrumen yang legal, diawasi, serta sesuai dengan profil risiko masing-masing," ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Menurutnya, peningkatan jumlah investor menjadi salah satu indikator keberhasilan program inklusi keuangan. Karena itu, edukasi dilakukan kepada berbagai kelompok masyarakat agar pemahaman mengenai investasi semakin merata.

"OJK dan BEI Kalteng berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pasar modal sebagai salah satu pilihan investasi jangka panjang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik," tambahnya. (TESTI PRISCILLA/J)