PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus mendorong hasil-hasil riset kelapa sawit agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi teknologi maupun produk yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2026 yang akan berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di Jakarta.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan sejak program pendanaan riset dijalankan, BPDP telah mendukung ratusan penelitian yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Menurutnya, hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.

"Kami ingin membangun ekosistem inovasi yang kuat. Karena itu, PERISAI bukan sekadar forum ilmiah, tetapi menjadi ruang bertemunya peneliti, pemerintah, industri, pelaku usaha, dan investor agar hasil riset dapat diterapkan secara luas, termasuk oleh pekebun rakyat," ujarnya dalam rilis kepada Borneonews pada Sabtu, 18 Juli 2026.

PERISAI 2026 akan menghadirkan seminar, diskusi, pameran hasil riset, business matching, kompetisi inovasi, hingga forum kolaborasi yang mempertemukan peneliti, akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan mahasiswa. Berbagai hasil penelitian juga akan ditampilkan dalam enam bidang utama, yakni bioenergi, lingkungan, biomaterial, budidaya dan pascapanen, pangan dan kesehatan, serta sosial, ekonomi, manajemen, pasar, dan teknologi informasi.

"BPDP berharap ajang tersebut mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian oleh industri, pemerintah, akademisi, maupun pekebun rakyat," katanya.

Dengan demikian, riset diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar global. (TESTI PRISCILLA/J)