PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui penyelenggaraan Palangka Raya Fair 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Palangka Raya dan HUT ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya tersebut menjadi wadah promosi sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan kegiatan itu mengusung semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, pihak swasta, komunitas, dan masyarakat.

“Kegiatan yang mengusung semangat kolaborasi tersebut menjadi wadah promosi sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM lokal,” kata Fairid, Sabtu, 18 Juli 2026.

Sejalan dengan tema “Palangka Raya Kota Kolaborasi”, pemerintah mendorong sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Menurut Fairid, Palangka Raya Fair tidak hanya memberikan ruang pemasaran bagi produk UMKM. Kegiatan tersebut juga membuka peluang kemitraan usaha, pertukaran informasi, serta penguatan jejaring bisnis antarpelaku usaha.

Kolaborasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas produk, inovasi, dan kemampuan bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

Fairid mengatakan UMKM memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, program pemberdayaan perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut meliputi fasilitasi promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

“Melalui Palangka Raya Fair, kami berharap produk unggulan daerah semakin dikenal, memperoleh pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Palangka Raya Samsul Rizal mengatakan Palangka Raya Fair berlangsung hingga Selasa, 21 Juli 2026.

Kegiatan dipusatkan di halaman GOR Indoor Serbaguna, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Kota Palangka Raya.

Pameran tersebut diikuti 45 gerai dalam ruangan yang ditempati instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan pelaku usaha lainnya.

Selain itu, tersedia 35 tenda UMKM yang menampilkan beragam produk unggulan daerah serta 50 tenda bazar kuliner.

Samsul menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan potensi daerah, menyampaikan peluang investasi, dan memfasilitasi pelaku usaha melakukan promosi dalam skala lebih luas.

Palangka Raya Fair juga diharapkan dapat menarik minat investor, memperluas pasar domestik maupun internasional, serta memacu kreativitas, inovasi, dan daya saing pelaku UMKM.

“Selain mendukung pemulihan ekonomi nasional, kegiatan ini juga bertujuan menjaring investor, memperluas pangsa pasar, serta meningkatkan kreativitas dan daya saing UMKM,” pungkasnya.