BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sekda Gumas Richard mewakili Bupati Jaya S Monong berharap kepada kepada para ASN agar bisa lebih paham terkait literasi keuangan, investasi dan manfaatnya.
Pemkab Gunung Mas menyambut baik sinergi antara OJK, Bursa Efek Indonesia, perusahaan sekuritas, bersama pemerintah daerah dalam penyelenggaraan kegiatan Sekolah Pasar Modal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026.
Sebab hal itu sebagai langkah nyata memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi ASN yang memiliki peran strategis dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Melalui kegiatan ini, ASN diharapkan mampu memahami perbedaan antara investasi yang legal dan ilegal, mengetahui manfaat serta risiko produk investasi, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih cermat, rasional, dan bertanggung jawab,” ujar Richard, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia juga mendorong seluruh ASN di Kabupaten Gunung Mas agar mulai memanfaatkan instrumen investasi secara resmi, baik melalui saham, reksa dana, maupun instrumen pasar modal lainnya yang disesuaikan dengan profil risiko, kemampuan, dan tujuan keuangan masing-masing.
ASN diharapkan tidak hanya mampu mengelola penghasilan secara lebih produktif, tetapi juga dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja, keluarga, maupun masyarakat.
"ASN diharapkan menjadi teladan dalam mengelola keuangan sekaligus membantu masyarakat agar tidak mudah terjebak penipuan investasi serta selalu memilih produk keuangan yang legal, logis, dan berada di bawah pengawasan otoritas yang berwenang,"ucapnya.
Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran keuntungan besar yang tidak masuk akal.
Menurutnya, investasi harus dilakukan secara bijak dengan memastikan legalitas lembaga maupun produk investasi, memahami manfaat dan risikonya, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan keluarga tanpa menimbulkan kerugian akibat investasi ilegal.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap budaya literasi keuangan terus meningkat sehingga masyarakat, khususnya ASN, mampu mengambil keputusan investasi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang semakin sejahtera dan produktif. (RISKA YULYANA)









