BORNEONEWS, Sampit – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengawali kepengurusan periode 2024–2029 dengan menggelar Lokakarya Konsolidasi dan Pendidikan Politik sebagai upaya memperkuat organisasi sekaligus menyamakan arah perjuangan partai menghadapi agenda politik mendatang.
"Kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan baru DPD PAN Kotim periode 2024–2029 dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyusun strategi menghadapi dinamika politik dan agenda demokrasi di masa mendatang," kata Ketua DPD PAN Kotim Abdul Hafid, Minggu, 19 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi agenda perdana setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD PAN Kabupaten Kotawaringin Timur Periode 2024–2029 Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/423/IV/2026.
Lokakarya diikuti jajaran pengurus harian DPD PAN Kotim, anggota Fraksi PAN DPRD Kotim, kader, serta tokoh-tokoh PAN. Hadir di antaranya Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim yang juga Sekretaris DPD PAN Dadang Siswanto, Bendahara DPD PAN M. Yadi Mu'at, serta anggota Fraksi PAN Hairis Salamad, M. Kurniawan Anwar, Supian Hadi, dan Eddy Mashamy.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh pengurus menyatukan komitmen untuk memperkuat struktur organisasi mulai tingkat kabupaten hingga desa, sekaligus merumuskan langkah strategis agar PAN semakin dekat dengan masyarakat.
Abdul Hafid menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin DPD PAN Kotim. Ia menegaskan kepemimpinan yang dijalankannya merupakan amanah bersama yang hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh pengurus dan kader.
"Saya terpilih bukan karena yang paling hebat, tetapi karena diberikan kepercayaan. Amanah ini tentu tidak bisa dijalankan sendiri. Saya membutuhkan masukan, pengalaman, dan arahan dari para senior maupun seluruh kader agar PAN semakin maju dan mampu menjawab harapan masyarakat," ujarnya.
Menurut Abdul Hafid, prioritas utama kepengurusan saat ini adalah melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh setelah sebelumnya aktivitas partai sempat menunggu terbitnya SK kepengurusan yang baru. Konsolidasi internal dinilai menjadi langkah penting agar roda organisasi kembali berjalan optimal.
Ia optimistis proses penguatan kelembagaan dapat dilakukan hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt), mengingat PAN telah memiliki keterwakilan di DPRD Kotim, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, hingga DPR RI.
Baginya, struktur organisasi yang aktif hingga tingkat desa akan memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat sekaligus memperluas basis dukungan partai.
"Kita ingin PAN benar-benar hadir di tengah masyarakat. Karena itu, organisasi harus aktif hingga ke tingkat ranting. Setiap pengurus harus mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat sekaligus berperan dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga," ujar Abdul Hafid.
Selain membangun struktur organisasi, ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali sekretariat partai sebagai pusat kegiatan organisasi. Sekretariat, menurutnya, tidak hanya berfungsi untuk administrasi, tetapi juga menjadi ruang diskusi, koordinasi, penyusunan strategi, dan pendidikan politik bagi kader.
"Kita harus menghidupkan kembali sekretariat sebagai tempat mengatur strategi, berdiskusi, dan melahirkan gagasan-gagasan untuk kemajuan partai. Organisasi yang sehat harus memiliki komunikasi yang aktif dan terarah," tambahnya.
Abdul Hafid mengapresiasi kekuatan Fraksi PAN di DPRD Kotim yang dihuni figur-figur berpengalaman. Hairis Salamad pernah menjadi unsur pimpinan DPRD, Eddy Mashamy memiliki pengalaman sebagai mantan camat, sedangkan Supian Hadi pernah menjabat kepala desa selama tiga periode.
Menurutnya, pengalaman para legislator tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi kepentingan masyarakat.
"Pengalaman para anggota fraksi menjadi modal yang sangat besar. Mereka memahami pemerintahan, memahami kebutuhan masyarakat, sehingga mampu memperkuat perjuangan PAN dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, maupun pengawasan," katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Rudini Darwan Ali. Menurutnya, berbagai capaian yang telah dirintis menjadi fondasi kuat bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan pembangunan organisasi.
Ke depan, PAN Kotim akan mempertahankan program-program yang dinilai berhasil sekaligus melakukan berbagai pembenahan agar organisasi semakin modern, terbuka, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Dirinya juga mengajak seluruh kader mulai memperkuat konsolidasi, meningkatkan kapasitas, serta mempererat komunikasi dengan masyarakat untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada mendatang. Ia menilai langkah tersebut penting agar PAN mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kepercayaan publik.
Diketahui PAN memiliki lima kursi di DPRD Kotim. Pada pemilu berikutnya, partai menargetkan penambahan kursi sehingga dapat meraih unsur pimpinan DPRD.
"Kita tidak boleh cepat puas. Target kita bukan hanya mempertahankan capaian yang ada, tetapi meningkatkan perolehan kursi sehingga PAN memiliki peran yang lebih besar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat," bebernya.
Abdul Hafid menyebut masih ada sejumlah tokoh masyarakat dan kader yang belum masuk dalam susunan kepengurusan karena keterbatasan waktu penyusunan organisasi. Meski demikian, komunikasi tetap dilakukan dan peluang bergabung masih terbuka melalui mekanisme partai.
Lokakarya diakhiri dengan sesi pendidikan politik dan konsolidasi organisasi yang membahas penguatan kelembagaan, strategi pengembangan partai, peningkatan kualitas kader, serta langkah memperluas kehadiran PAN hingga tingkat desa sebagai bekal menghadapi berbagai agenda politik pada masa mendatang. (DEWI PATMALASARI/j)









