BORNEONEWS, Sampit – Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di TPQ Al-Hidayah, Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, menjadi momen berbagi kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Kegiatan yang dirangkai dengan pengajian akbar dan santunan itu dihadiri sekitar 6.000 jemaah.
"Setiap tahun kami memperingati Tahun Baru Hijriah sekaligus mengadakan pengajian dan santunan anak yatim. Kegiatan tahun ini yang hadir sekitar 6.000 orang, lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Pengasuh TPQ Al-Hidayah Ahmad Imam Safi'i, Minggu, 19 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar pada Rabu, 15 Juli 2026 tersebut menjadi agenda rutin TPQ Al-Hidayah setiap memperingati Tahun Baru Islam. Meningkatnya jumlah jemaah menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mengikuti pengajian sekaligus berbagi kepada anak-anak yatim.
Imam Safi'i mengatakan, peringatan Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian kalender Islam, tetapi juga momentum menumbuhkan kepedulian sosial. Karena itu, santunan anak yatim selalu menjadi bagian utama dalam setiap penyelenggaraan.
Pada kegiatan tahun ini, panitia berhasil menghimpun dana sekitar Rp9 juta dari para dermawan. Seluruh dana tersebut disalurkan kepada anak-anak yatim yang hadir sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada mereka.
"Kami menganggap kegiatan ini sebagai hari yang membahagiakan bagi anak-anak yatim. Sebagaimana perintah Rasulullah SAW bahwa siapa saja yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, niscaya Allah SWT akan memasukkannya ke dalam surga," ujarnya.
Ribuan jemaah yang memadati lokasi juga dipengaruhi kehadiran Ustadz Ulin Nuha sebagai penceramah utama. Pendakwah muda asal Cilacap, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai juara Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2019.
Imam Safi'i menegaskan, pengajian dan santunan anak yatim akan terus dipertahankan sebagai tradisi tahunan TPQ Al-Hidayah. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan budaya berbagi di tengah masyarakat.
"Insyaallah kegiatan ini akan terus kami laksanakan," katanya.
Usai mengisi pengajian di Katingan, Ustadz Ulin Nuha dijadwalkan melanjutkan safari dakwah ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah, di antaranya Kabupaten Kapuas, dan Barito Selatan.
"Jadi Ustadz Ulin Nuha safari dakwah dari Kasongan, lalu kami jemput untuk mengisi tausiyah di Desa Jaya Makmur, kemudian melanjutkan ke Kapuas dan Barito Selatan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









