PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya melaksanakan pengujian cepat terhadap keamanan pangan di ajang Palangka Raya Fair 2026.

Sebanyak 20 sampel makanan diuji kandungan empat bahan berbahaya, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Kepala BBPOM Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, menyampaikan bahwa selain melakukan pengujian, petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi kepada pelaku usaha dan pengunjung.

Materi yang disampaikan meliputi 5 Kunci Keamanan Pangan, gerakan Cek KLIK, serta cara mengenali berbagai bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pengolahan makanan.

Sebagai bentuk transparansi dan jaminan keamanan bagi pengunjung, setiap stan atau pedagang yang telah diperiksa dan dinyatakan memenuhi syarat akan diberikan stiker hasil uji cepat.

"Hal ini memudahkan masyarakat untuk mengenali makanan yang aman dikonsumsi," katanya, Senin, 20 Juli 2026.

Ali Yudhi Hartanto menegaskan komitmen pihaknya bersama pemerintah daerah untuk terus menghadirkan produk pangan yang aman, bermutu, dan bebas dari penggunaan bahan berbahaya.

Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati berbagai kuliner yang tersedia di Palangka Raya Fair 2026 dengan rasa aman dan nyaman.

Sinergi antara BBPOM dan DPKUKMP diharapkan dapat terus ditingkatkan guna menjamin keamanan pangan beredar di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha untuk menjaga mutu produk serta kesadaran konsumen agar lebih teliti dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.

"Melalui upaya pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan ke depannya tidak lagi ditemukan penggunaan bahan berbahaya pada produk pangan yang beredar, sehingga kesehatan masyarakat dapat terlindungi dengan baik," pungkasnya. (PATHUR/Y)