PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Antusiasme tinggi mewarnai pelaksanaan Sekolah Pasar Modal Syariah bagi anggota Masyarakat Ekonomi Syariah atau MES Kabupaten Kotawaringin Barat serta Sekolah Pasar Modal bagi karyawan Bank Perekonomian Rakyat atau BPR yang digelar Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama Bursa Efek Indonesia atau BEI Kalimantan Tengah.

Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar investasi, strategi membangun portofolio, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali berbagai penawaran investasi ilegal.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu atau SEPMT Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal kepada berbagai segmen masyarakat. Sejalan dengan program tersebut, OJK dan BEI Kalimantan Tengah juga menargetkan terbentuknya 1.000 Single Investor Identification atau SID baru di Kalimantan Tengah sepanjang 2026 sebagai upaya memperluas partisipasi masyarakat di pasar modal.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah yang diwakili Manajer Bidang Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Ika Budhi Pratiwi, menegaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi pasar modal membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pasar modal memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan aset secara produktif, namun harus didukung pemahaman yang memadai agar mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.

"Pasar modal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan aset secara produktif, namun harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, bijak dalam berinvestasi, serta terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal dan penipuan keuangan," ujar Ika dalam rilisnya pada Senin, 20 Juli 2026.

Dalam sesi edukasi, Asisten Manajer OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Khansa Muthia Rizkianti, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan berbagai modus penipuan keuangan. Selanjutnya, Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan pemahaman mengenai pasar modal beserta berbagai instrumen investasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sesuai tujuan dan profil risikonya.

Selain itu, perwakilan perusahaan sekuritas memperkenalkan aplikasi online trading serta memberikan pemahaman dasar mengenai analisis saham sebagai bekal bagi calon investor. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama BEI Kalimantan Tengah berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya memahami pasar modal, tetapi juga berani memulai investasi secara aman, legal, dan berorientasi jangka panjang sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)