BORNEONEWS, Banjarmasin - Kabut asap mulai menyelimuti Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin pagi, 20 Juli 2026. Kondisi tersebut mulai dirasakan warga, terutama para pengendara yang melintasi kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor hingga Jalan Guntung Manggis. Jarak pandang tampak sedikit berkurang dan aroma asap mulai tercium di sejumlah titik.
Salah seorang warga Banjarbaru, Sairi, mengaku kabut asap pada pagi hari terasa lebih pekat dibanding beberapa hari sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu cukup mengganggu kenyamanan berkendara sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
"Hari ini terasa sekali kabut asapnya. Kalau bisa pengguna jalan yang akan keluar memakai masker saja," ujar Sairi.
Munculnya kabut asap diduga berkaitan dengan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Banjarbaru. Musim kemarau yang mulai mengeringkan vegetasi membuat potensi penyebaran api semakin tinggi apabila tidak segera ditangani.
Fenomena kabut asap di Kalimantan Selatan menjadi alarm yang patut diwaspadai, tidak hanya bagi masyarakat Banjarbaru, tetapi juga daerah lain di Pulau Kalimantan. Asap akibat karhutla berpotensi terbawa angin ke wilayah lain sehingga dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
Sementara itu, di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sejumlah laporan kebakaran hutan dan lahan juga mulai bermunculan dalam beberapa pekan terakhir. Namun hingga kini kondisi tersebut belum menyebabkan munculnya kabut asap yang mengganggu seperti yang terjadi di Banjarbaru. (SABRIANOOR/H)









