BORNEONEWS, Banjarmasin - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan merambat hingga mendekati kawasan permukiman warga di Jalan Padang Anyar, Komplek Berlian Permai, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Senin sore, 20 Juli 2026. Kobaran api yang terus membesar membuat warga meminta bantuan secepatnya kepada relawan dan petugas pemadam kebakaran.
Laporan awal disampaikan warga melalui grup komunikasi relawan sekitar pukul 14.42 Wita. Dalam pesan yang beredar, warga mengabarkan api bergerak semakin dekat ke permukiman sehingga dikhawatirkan dapat menjalar ke rumah-rumah warga apabila tidak segera dikendalikan.
"Tolong, apinya terus membesar dan mendekati rumah," demikian bunyi laporan warga yang memohon respons cepat dari relawan pemadam kebakaran.
Setelah menerima informasi tersebut, sejumlah relawan langsung berkoordinasi untuk memastikan akses penanganan di lokasi. Salah satu hal yang dipastikan adalah keberadaan sumber air. Warga menyebut terdapat saluran irigasi yang dapat dimanfaatkan sebagai suplai air untuk proses pemadaman.
Tak lama berselang, sejumlah armada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), relawan gabungan, serta BPBD Poslap Martapura Barat dilaporkan bergerak menuju lokasi kejadian. Prioritas utama petugas adalah mencegah api merambat ke kawasan permukiman yang berada tidak jauh dari titik kebakaran.
Proses pemadaman diperkirakan menghadapi tantangan karena kondisi angin bertiup cukup kencang. Di sisi lain, semak belukar dan vegetasi yang mengering akibat musim kemarau membuat kobaran api berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera dipadamkan.
Hingga berita ini ditulis, proses pemadaman masih berlangsung. Belum ada laporan resmi mengenai luas lahan yang terbakar maupun adanya rumah yang terdampak. Petugas masih berupaya mengendalikan api agar tidak meluas dan mengancam permukiman warga. (SABRIANOOR/H)









