BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hasil evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Triwulan II Tahun 2026 mengungkap masih adanya sejumlah layanan kesehatan di Kabupaten Kapuas yang belum memenuhi target. Fakta tersebut menjadi perhatian karena pemerintah menetapkan capaian SPM bidang kesehatan seharusnya mencapai 100 persen.
Dalam rapat evaluasi yang digelar Sekretariat Daerah Kapuas, Senin, 20 Juli 2026, Dinas Kesehatan mengakui masih terdapat kesenjangan antara target dan realisasi di lapangan. Kondisi itu menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar pelayanan dasar masyarakat tidak terus tertinggal.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Jumatil Fajar, mengatakan beberapa indikator yang masih memerlukan peningkatan meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, balita, hingga penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV.
"Kami mengakui masih ada kesenjangan antara target dan realisasi di lapangan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari jangkauan geografis hingga ketersediaan sumber daya," ujar dr. Jumatil Fajar.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan program kesehatan di lapangan. Sebab, layanan bagi ibu dan anak maupun pengendalian penyakit menular merupakan indikator dasar yang berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik dan keselamatan masyarakat.
Selain rendahnya capaian sejumlah indikator, persoalan akurasi data pelaporan e-SPM juga menjadi sorotan dalam evaluasi. Data yang belum optimal dinilai dapat menghambat penyusunan kebijakan dan penentuan intervensi yang tepat sasaran, sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas program kesehatan.
Rapat evaluasi menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk mempercepat perbaikan, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan pelaksanaan program di lapangan. (SABRIANOOR/H)









