PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA di Kalimantan Tengah mulai menyasar kelompok usia yang semakin muda.

Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei mengungkapkan pasien yang menjalani rehabilitasi tidak hanya berasal dari kelompok dewasa, tetapi juga telah mencakup anak usia sekolah dasar.

Direktur RSJ Kalawa Atei Seniriaty mengatakan kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pencegahan penyalahgunaan NAPZA sejak dini.

“Pasien rehabilitasi tidak lagi didominasi orang dewasa. Saat ini sudah ditemukan anak usia sekolah dasar yang menjalani rehabilitasi. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” katanya, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Seniriaty, keterlibatan anak dalam penyalahgunaan NAPZA menunjukkan bahwa peredaran zat berbahaya telah menjangkau kelompok yang sangat rentan.

Karena itu, pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak perlu ditingkatkan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Ia menegaskan penanganan penyalahgunaan NAPZA tidak dapat hanya mengandalkan layanan rehabilitasi. Upaya pencegahan juga membutuhkan kerja sama lintas sektor secara berkelanjutan.

Sinergi tersebut perlu melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, orang tua, serta masyarakat dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Selain itu, keluarga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak yang dapat mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang.

Seniriaty juga mengajak masyarakat segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan indikasi peredaran maupun penyalahgunaan NAPZA di lingkungan sekitar.

“Pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya. (MARINI/j)