PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei terus memperkuat pelayanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA di Kalimantan Tengah.

Hingga saat ini, rumah sakit tersebut telah memberikan layanan rehabilitasi kepada lebih dari 50 pasien yang berasal dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah.

Direktur RSJ Kalawa Atei Seniriaty mengatakan jumlah pasien tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi NAPZA terus meningkat.

Sebelum gedung rehabilitasi baru diresmikan, seluruh pasien menjalani proses perawatan dan pemulihan di bangunan sementara dengan kapasitas ideal sekitar 10 orang.

“Sebelum gedung baru diresmikan, seluruh pasien rehabilitasi menjalani perawatan di bangunan sementara dengan kapasitas ideal hanya sekitar 10 orang. Namun, kami telah menangani lebih dari 50 pasien dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah,” katanya, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Seniriaty, keberadaan gedung rehabilitasi baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas pelayanan kepada pasien.

Fasilitas yang lebih memadai juga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pemulihan yang aman, nyaman, dan mendukung proses rehabilitasi secara optimal.

Ia menjelaskan rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan kondisi kesehatan pasien, tetapi juga bertujuan mengembalikan fungsi sosial agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.

Karena itu, keberhasilan proses rehabilitasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama keluarga, pemerintah, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial pasien.

Seniriaty berharap peningkatan fasilitas rehabilitasi turut diikuti penguatan program pencegahan penyalahgunaan NAPZA melalui edukasi, pengawasan, dan kerja sama lintas sektor.

“Kami berharap peningkatan fasilitas rehabilitasi dapat diiringi dengan penguatan upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA melalui edukasi, pengawasan, dan kolaborasi lintas sektor sehingga angka penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah dapat ditekan,” harapnya. (MARINI/j)