PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Peresmian Isen Mulang Akademi di Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei memperkuat layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau NAPZA di Kalimantan Tengah.

Kehadiran fasilitas tersebut meningkatkan kapasitas pelayanan rehabilitasi menjadi sekitar 100 pasien. Sebelumnya, kapasitas layanan yang tersedia masih terbatas.

Direktur RSJ Kalawa Atei Seniriaty mengatakan Isen Mulang Akademi disiapkan untuk memberikan pelayanan rehabilitasi yang lebih memadai, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan setiap pasien.

“Dengan diresmikannya Isen Mulang Akademi, kapasitas layanan rehabilitasi meningkat menjadi sekitar 100 orang. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pasien rehabilitasi NAPZA,” katanya saat dikonfirmasi, Senin, 20 Juli 2026.

Isen Mulang Akademi dilengkapi 11 kamar yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni ruang VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III.

Menurut Seniriaty, pembagian fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kenyamanan sekaligus efektivitas proses pemulihan pasien selama menjalani rehabilitasi.

Ia menjelaskan layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi penyalahguna sabu, tetapi mencakup seluruh jenis penyalahgunaan NAPZA.

Setiap pasien terlebih dahulu menjalani proses asesmen medis dan psikososial. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan serta durasi rehabilitasi yang dibutuhkan.

Program rehabilitasi umumnya berlangsung selama tiga hingga enam bulan, bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Selama mengikuti program tersebut, pasien memperoleh pendampingan secara menyeluruh untuk memulihkan kondisi fisik, mental, dan sosial serta mengurangi risiko kembali menyalahgunakan NAPZA.

Seniriaty berharap keberadaan Isen Mulang Akademi dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan rehabilitasi di Kalimantan Tengah.

“Isen Mulang Akademi menjadi bagian dari upaya menekan angka penyalahgunaan NAPZA melalui penanganan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” tutupnya. (MARINI/j)