BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Pendapatan Daerah terus mendekatkan layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 kepada masyarakat.
Pelayanan tersebut dijalankan melalui Program Ngaliling Lewu yang mengusung konsep jemput bola dengan menghadirkan petugas pajak langsung ke wilayah kelurahan.
Kepala Bapenda Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, selama 15 hari pelaksanaan program di lima kelurahan, penerimaan PBB-P2 yang berhasil dihimpun mencapai lebih dari Rp56,347 juta.
“Selama 15 hari pelaksanaan program di lima kelurahan, tim berhasil menghimpun penerimaan PBB-P2 sebesar lebih dari Rp56,347 juta,” katanya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurut Emi, Program Ngaliling Lewu menjadi salah satu inovasi untuk memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban pajak tanpa harus mendatangi Kantor Bapenda Palangka Raya.
Petugas memberikan pelayanan langsung di lingkungan tempat tinggal masyarakat sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.
Ia mengatakan kemudahan akses pelayanan menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat membayar pajak tepat waktu.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepatuhan wajib pajak.
“Program ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme wajib pajak yang memanfaatkan layanan pembayaran selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Selain dilaksanakan di lima kelurahan, layanan Ngaliling Lewu juga dibuka di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Pelayanan tersebut ditujukan untuk memudahkan aparatur sipil negara dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan kantor gubernur dalam melakukan pembayaran PBB-P2.
Dari layanan yang dibuka di lokasi tersebut, Bapenda Palangka Raya mencatat penerimaan lebih dari Rp9,052 juta melalui 50 transaksi pembayaran.
“Dari layanan di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, kami berhasil membukukan penerimaan PBB-P2 lebih dari Rp9,052 juta melalui 50 transaksi,” jelas Emi.
Ia berharap Program Ngaliling Lewu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Palangka Raya.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan PBB-P2 memiliki peran penting dalam meningkatkan pendapatan asli daerah yang selanjutnya digunakan untuk membiayai pembangunan serta pelayanan publik.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan jemput bola ini sehingga kepatuhan wajib pajak terus meningkat,” katanya.
Emi menegaskan pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali digunakan untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga Kota Palangka Raya.









