BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah indikator perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga kualitas pembangunan manusia.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah meningkat cukup signifikan dari 4 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025.
“Laju pertumbuhan ekonomi Kotim mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu dari 4 persen pada 2024 menjadi 5,82 persen pada 2025,” katanya di Sampit, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, perkembangan sejumlah indikator tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan daerah ke depan.
Selain pertumbuhan ekonomi, kondisi inflasi di Kotawaringin Timur juga dinilai masih terkendali. Inflasi tercatat sebesar 1,18 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 2,66 persen pada 2025.
Meski mengalami kenaikan, tingkat inflasi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan. Pengendalian harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan di Kotawaringin Timur tercatat sebesar 5,83 persen pada 2025. Capaian tersebut berada di bawah angka kemiskinan nasional yang mencapai 8,25 persen pada September 2025.
Tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan perbaikan. Pada 2024, angkanya tercatat sebesar 4,63 persen dan turun menjadi 4,39 persen pada 2025.
“Tidak hanya pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka juga menunjukkan tren positif dengan mengalami penurunan,” ujarnya.
Peningkatan turut terjadi pada Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Nilainya naik dari 74,47 pada 2024 menjadi 74,96 pada 2025.
Irawati menilai capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Meski demikian, ia mengakui tidak seluruh indikator ekonomi mengalami perkembangan yang sama. Sejumlah sektor masih menghadapi tekanan akibat dinamika ekonomi regional maupun nasional.
“Dari kinerja ekonomi daerah tersebut, ada indikator yang capaiannya sudah cukup baik dan ada pula yang mengalami koreksi akibat dinamika ekonomi regional maupun nasional,” jelasnya.
Menurut Irawati, kondisi tersebut memperlihatkan perekonomian Kotawaringin Timur tetap mampu bertahan di tengah berbagai tantangan eksternal.
Capaian itu juga tidak terlepas dari kerja sama pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan.
Pemkab Kotawaringin Timur akan terus berupaya mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja ekonomi melalui kebijakan yang mendorong kesejahteraan masyarakat, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan sektor-sektor produktif.









