BORNEONEWS, Palangka Raya – Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Tengah terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan menyasar keluarga sebagai salah satu segmen utama edukasi.
Kepala OJK Kalimantan Tengah Primandanu Febriyan Aziz mengatakan pemahaman keuangan yang baik memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang mandiri, sejahtera, dan mampu bertahan menghadapi tekanan ekonomi.
“Literasi keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun keluarga yang sejahtera dan berkelanjutan,” katanya di Palangka Raya, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, keluarga yang mampu mengelola keuangan dengan baik akan lebih siap memenuhi kebutuhan dasar, menyediakan dana darurat, serta merencanakan biaya pendidikan anak.
Kemampuan tersebut juga membantu keluarga menghadapi berbagai risiko ekonomi tanpa mengganggu kebutuhan utama dan tujuan keuangan jangka panjang.
“Dibandingkan keluarga dengan pemahaman keuangan yang rendah, keluarga yang memiliki literasi keuangan baik biasanya lebih siap menghadapi risiko ekonomi,” ujarnya.
Salah satu langkah yang dilakukan OJK adalah bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional untuk memperluas edukasi keuangan di tengah masyarakat.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi di Kampung Keluarga Berkualitas Desa Hanjak Maju, Kabupaten Pulang Pisau.
Kegiatan itu bertujuan membangun keluarga yang cerdas finansial melalui peningkatan pemahaman mengenai perencanaan, pengelolaan pendapatan, dan penggunaan produk jasa keuangan.
Kepala Desa Hanjak Maju Supiani menilai edukasi tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengatur keuangan rumah tangga.
“Saya berharap edukasi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dalam membangun keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor BKKBN Kalimantan Tengah Iqbal Apriansyah mengatakan perencanaan keuangan yang baik dapat membantu keluarga menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan ekonomi pada masa mendatang.
“Setiap keluarga perlu memahami cara mengelola keuangan secara bijak agar pengeluaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, OJK menyampaikan sejumlah prinsip dasar pengelolaan keuangan keluarga.
Materi yang diberikan meliputi penetapan tujuan keuangan, penyusunan anggaran, penyiapan dana darurat, pemilihan perlindungan keuangan, serta investasi sesuai kemampuan dan kebutuhan.
Masyarakat juga diingatkan memastikan seluruh produk dan layanan keuangan yang digunakan memenuhi prinsip legal dan logis.
Prinsip legal berarti produk tersebut memiliki izin dan berada dalam pengawasan lembaga berwenang. Sementara prinsip logis menekankan agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran keuntungan yang tidak wajar.
Perwakilan lembaga jasa keuangan turut memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengelola keuangan keluarga secara lebih aman, terencana, dan sesuai kebutuhan.









