PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Palangka Raya.

Langkah ini diambil untuk memperkuat upaya bersama dalam pencegahan, mitigasi, hingga penanganan pasca bencana di wilayah ibu kota Kalimantan Tengah.

Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyambut baik terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, kehadiran mitra strategis dari unsur organisasi masyarakat sipil akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kerja sama ini menjadi langkah nyata memperkuat kolaborasi antarlembaga. Kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi risiko bencana, sehingga dukungan dan partisipasi aktif organisasi seperti MDMC sangat kami butuhkan,” ujar Hendrikus Satria Budi, Selasa, 21 Juli 2026.

Ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai tahapan manajemen bencana, mulai dari sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, penyusunan rencana kontingensi, pelatihan kesiapsiagaan, hingga dukungan personel dan logistik saat terjadi kejadian bencana.

Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat respons serta meminimalkan dampak kerugian yang ditimbulkan. Hendrikus berharap kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan berjalan secara nyata dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah membuka lebar peluang bagi elemen masyarakat lain untuk turut bergabung menjadi mitra dalam membangun Palangka Raya yang lebih tangguh menghadapi berbagai risiko bencana.

"Melalui kemitraan yang kokoh, diharapkan kesiapan dan kemampuan daerah dalam menghadapi ancaman bencana semakin meningkat, sehingga keselamatan serta kesejahteraan masyarakat dapat terjaga dengan lebih baik," pungkasnya. (PATHUR/y)