GUNUNG MAS –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gunung Mas menandatangani komitmen bersama yang disaksikan dan diketahui oleh Sekda Gumas Richard, Senin, 20 Juli 2026.

"Kemarin yang tergabung pada Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gunung Mas melaksanakan tanda tangan komitmen bersama dalam pengelolaan posyandu bidang kesehatan," kata Richard, Selasa, 21 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Posyandu Kabupaten Gunung Mas Mimie Mariatie hingga Ketua Posyandu Kecamatan,  Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala UPT Puskesmas hingga kader posyandu turut mendandatangani komitmen bersama tersebut.

Ada enam hal yang tertuang dalam kesepakatan bersama itu, pertama yakni menyusun rencana kegiatan posyandu di masing-masing wilayah kerja berdasarkan data, kebutuhan, dan 6 SPM secara terintegrasi.

Lalu,  melaksanaan pembinaan kepada kader posyandu secara rutin, minimal dua kali setahun, kemudian memantau dan mengevaluasi pelaksanaan lima meja posyandu dan kegiatan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM)  setiap bulan.

Selanjutnya, menggerakan lintas sektor kecamatan, kelurahan, desa dan mitra untuk mendukung operasional posyandu, kelima menjamin tertib administrasi pencatatan dan pelaporan secara manual maupun melalui E-Posyandu dengan tepat waktu dan terakhir bersinergi dan berkolaborasi antuk mewujudkan posyandu aktif, integratif, dan bermutu di Kabupaten Gunung Mas.

Sekda Richard berharap, yang tergabung dalam Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gunung Mas bisa melaksanakan enam kesepakatan tersebut sebaik-baiknya.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu telah memperkuat peran Tim Pembina Posyandu sebagai penggerak koordinasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu. 

"Hal ini menjadi landasan bagi kita semua untuk membangun tata kelola posyandu yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan," kata Sekda Gumas Richard.

Sekda menjelaskan bahwa posyandu saat ini memiliki peran yang semakin strategis sebagai wadah pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. 

"Seiring dengan implementasi transformasi layanan primer, posyandu telah berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang melayani seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah dan remaja, usia produktif hingga lanjut usia," ucapnya. (RISKA YULYANA/H)