BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya kasus diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau.
Menurut Faridawaty, kondisi cuaca yang kering, menurunnya kualitas udara akibat debu maupun potensi kebakaran hutan dan lahan serta keterbatasan air bersih dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya.
"Musim kemarau tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga dapat memicu meningkatnya kasus diare dan ISPA. Karena itu masyarakat perlu lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan keluarga," ujar Faridawaty, Selasa 21 Juli 2026.
Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air minum yang aman, menjaga kebersihan makanan, serta menggunakan masker apabila kualitas udara memburuk akibat kabut asap atau debu.
"Kami mendorong pemerintah daerah melalui dinas kesehatan dan puskesmas untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat serta memastikan ketersediaan layanan kesehatan dan obat-obatan selama musim kemarau," imbaunya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan risiko penyebaran penyakit sehingga kondisi kesehatan warga Kalimantan Tengah tetap terjaga sepanjang musim kemarau. (MARINI/R)









