PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan daerah melalui tiga strategi utama, yakni optimalisasi penyerapan gabah petani, percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta memastikan bantuan pangan pemerintah tersalurkan kepada masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalimantan Tengah, Erwin Budiana, mengatakan berbagai langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

Memasuki musim panen di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, BULOG terus mengoptimalkan pengadaan gabah petani. Hingga 19 Juli 2026, pengadaan telah mencapai 17.793 ton gabah atau setara 9.161 ton beras dari target 30.420 ton gabah atau setara 15.805 ton beras.

Di sisi lain, penyaluran beras SPHP juga terus digenjot. Hingga 19 Juli 2026, penyaluran telah mencapai 4.191 ton dari target 8.469 ton atau sekitar 49,5 persen.

"Penyaluran SPHP akan terus kami tingkatkan agar masyarakat memperoleh akses terhadap beras dengan harga yang terjangkau," kata Erwin dalam rilisnya pada Selasa, 21 Juli 2026.

Penyaluran dilakukan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), kios pangan, koperasi, dan sejumlah mitra penyalur yang telah ditetapkan. BULOG juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, untuk Bantuan Pangan Pemerintah alokasi Februari–Maret 2026 telah dituntaskan 100 persen pada 30 Juni 2026. Total bantuan yang disalurkan berupa 4.100 ton beras dan 820 ribu liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat di seluruh Kalimantan Tengah.

Erwin mengatakan sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran distribusi pangan.

Melalui optimalisasi penyerapan hasil panen, penyaluran SPHP, dan bantuan pangan, BULOG Kalteng menegaskan komitmennya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.(TESTI PRISCILLA)