BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menyelenggarakan Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2026 sebagai wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat hilirisasi hasil riset sekaligus memperkuat daya saing industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
PERISAI 2026 mengusung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future”. Tema tersebut menegaskan pentingnya transformasi industri sawit melalui penguatan inovasi, ilmu pengetahuan, dan pemanfaatan teknologi.
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, asosiasi, investor, pekebun, mahasiswa, hingga masyarakat. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem riset yang lebih kuat dan mendorong hasil penelitian agar dapat diterapkan secara nyata di sektor kelapa sawit.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa riset yang dikembangkan di sektor kelapa sawit harus mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pengembangan riset tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi perlu didorong hingga tahap implementasi dan hilirisasi," kata Eddy pada Selasa, 21 Juli 2026.
Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri sawit nasional.
"PERISAI 2026 juga menjadi ruang untuk memperkuat konektivitas antara dunia penelitian dengan kebutuhan industri," katanya.
Melalui pertemuan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan, berbagai hasil riset diharapkan dapat dikembangkan menjadi inovasi dan solusi yang aplikatif.
Transformasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan industri sawit ke depan. Penguatan ekosistem riset juga diharapkan dapat mendorong terciptanya industri yang tidak hanya produktif dan berdaya saing, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan.
"BPDP berharap penyelenggaraan PERISAI dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam membangun masa depan industri kelapa sawit Indonesia," terangnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil riset dan inovasi untuk mendukung industri sawit yang semakin maju, kompetitif, dan berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









