BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan masyarakat. Tidak sedikit pengendara harus menunggu lebih dari satu jam demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan penggunaan jalan raya.
"Saya sudah mengantre lebih dari 60 menit. Barisannya panjang seperti ular, bahkan sampai keluar area SPBU. Mudah-mudahan kondisinya segera normal karena kami juga harus bekerja," ujar salah seorang warga Pangkalan Bun, A (38), Selasa, 21 Juli 2026.
Sedangkan, baru-baru ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar bersama PT Pertamina Patra Niaga menggelar audiensi di ruang kerja Wakil Bupati Kobar, Suyanto, guna membahas antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU sekaligus memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah setempat.
Pihak PT Pertamina Patra Niaga hadir dari Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah Donny Prasetya, Sales Branch Manager II Fuel Kalimantan Tengah Lucky Haryanto, Sales Branch Manager V Elpiji Kalimantan Tengah Bagas Wicaksono, dan Fuel Terminal Manager Pangkalan Bun Firman Puspiawan.
Dalam audiensi tersebut, Pertamina memastikan pasokan BBM di Kabupaten Kobar masih dalam kondisi aman. Sales Area Manager Retail Kalimantan Tengah, Donny Prasetya, mengatakan stok BBM yang tersedia saat ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 11 hari ke depan.
Menurutnya, angka tersebut merupakan ketahanan stok yang tersedia saat ini, bukan berarti pasokan akan habis setelah 11 hari. Distribusi BBM akan terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar.
"Stok BBM di Kotawaringin Barat saat ini dalam kondisi aman dengan ketahanan sekitar sebelas hari ke depan. Kami terus melakukan pemantauan agar distribusi berjalan lancar," ujar Donny.
Selain memastikan pasokan, Pertamina juga akan memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di seluruh SPBU.
Pengawasan dilakukan dengan memastikan setiap SPBU menjalankan prosedur operasional standar (SOP), terutama melalui pemeriksaan barcode dan pencocokan nomor polisi kendaraan sebelum pengisian BBM bersubsidi dilakukan.
"Kami akan melakukan penertiban terhadap SPBU agar benar-benar menjalankan SOP, termasuk memastikan barcode dan nomor polisi kendaraan sesuai sebelum penyaluran BBM dilakukan," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, mengapresiasi langkah Pertamina dalam menjaga ketersediaan pasokan BBM. Menurutnya, pemerintah daerah juga akan mengambil langkah pengawasan dengan mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) BBM.
Satgas tersebut akan diterjunkan ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM berlangsung sesuai ketentuan, mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, sekaligus meminimalkan antrean yang merugikan masyarakat.
"Kami akan mengaktifkan Satgas BBM untuk melakukan operasi langsung ke lapangan sehingga penyaluran BBM benar-benar tepat sasaran dan sesuai ketentuan," kata Suyanto.
Ia juga meminta seluruh pengelola SPBU di Kabupaten Kobar menyusun mekanisme pelayanan antrean yang lebih tertib agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di lokasi pengisian BBM.
"Pemerintah daerah berharap setiap SPBU dapat membuat pengaturan jadwal atau mekanisme antrean sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih tertib, nyaman, dan lancar," tambah Suyanto.
Audiensi tersebut menjadi bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kobar dan PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. (NURITA/j)









