SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung langkah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dalam memperkuat peran pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi daerah.

"Saya berharap muswil APPSI Provinsi Kalimantan Tengah dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif, memperkuat soliditas organisasi, serta mempererat kemitraan antara APPSI dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar rakyat yang semakin maju, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah," kata Asisten II Setda Kotim Rody Kamislam, Selasa, 21 Juli 2026.

Hal itu ia sampaikan setelah menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW APPSI Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit.

Menurut Rody, Muswil APPSI merupakan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja organisasi, menyusun program kerja, memilih kepengurusan yang amanah, sekaligus merumuskan langkah-langkah menghadapi tantangan sektor perdagangan di masa mendatang.

Ia berharap forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan dan memperkuat sinergi antara pedagang pasar, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Rody juga mengajak seluruh peserta menjadikan musyawarah wilayah sebagai momentum mempererat persaudaraan antarpedagang sekaligus menyusun strategi bersama untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat di Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Ketua DPW APPSI Kalimantan Tengah Farid Agus Prianto mengatakan, kepengurusan baru akan segera bergerak memperluas organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

"Langkah selanjutnya kami dalam dua bulan ke depan kita akan menyiapkan pembentukan APPSI dengan Musda di kota/kabupaten, 13 kabupaten dan 1 kota untuk kami melakukan nanti pelantikan mulai DPW sampai DPD di bulan September," ujarnya.

Selain membentuk kepengurusan daerah, APPSI juga akan menjalin kolaborasi dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan instansi terkait lainnya untuk membentuk komisariat di setiap pasar rakyat.

"Jadi kegiatan kami selain membentuk DPD, kami akan kolaborasi dengan Dinas UMKM, Dinas Koperasi, Perdagangan, dan lain-lain untuk membentuk komisariat di masing-masing pasar semuanya," katanya.

Menurut Farid, keberadaan komisariat pasar akan menjadi ujung tombak organisasi dalam menyerap informasi dan menyampaikan aspirasi pedagang kepada APPSI, sekaligus memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat pasar.

"Harapannya apa? Memang itulah titik awal kami untuk mendapat penyambung yaitu mata, telinga dalam mengembangkan APPSI ke depan. Jadi tidak kami jadi pesaing, tapi apa? Komisariat yang sudah dibentuk di kota/kabupaten itu akan kita gunakan sekarang untuk APPSI melalui akses ke pusat," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan APPSI telah menjalin komunikasi dengan Perum Bulog Kalimantan Tengah agar setiap komisariat nantinya memiliki akses langsung terhadap informasi maupun kerja sama yang mendukung stabilitas distribusi bahan pangan.

"Dan kami sudah kerja sama dengan, komunikasi dengan Bulog, insya Allah ke depan APPSI di masing-masing komisariat akan punya akses langsung ke Bulog Kalimantan Tengah. Mungkin itu dalam tahap awal yang akan kita lakukan di Kalimantan Tengah," ujarnya.

Farid menambahkan, APPSI juga berkomitmen memperkuat sinergi antara pedagang pasar dan petani untuk menjaga keseimbangan pasokan serta harga komoditas di Kalimantan Tengah.

"Kebetulan saya juga di Sekwilnya Tani Merdeka, di petani juga, jadi memang kita mendorong petani-petani itu untuk banyak pengembangan komoditi apa sih yang dibutuhkan gitu untuk pasarnya. Soalnya apa, kita tahu lah Kalimantan Tengah itu banyak yang produksi Kalsel masuk ke Kalteng. Jadi yang kita kuatkan apa? Volume panennya mereka petani, bukan luas lahan, tapi peningkatan hasil," katanya.

Menurutnya, informasi kebutuhan pasar akan menjadi acuan bagi petani dalam menentukan komoditas yang dibudidayakan sehingga hasil panen tidak berlebihan dan harga tetap stabil.

"Nah, kemudian dengan pasar ini kita kan tahu bahwa, oh apa sih kebutuhannya? Apa yang mahal? Apa yang jatuh? Inilah yang akan kita gali. Soalnya apa? Supaya hasil panen petani tidak meluap, tidak meluap apalagi ujung-ujungnya apa, harga pasti jatuh," ungkapnya.

Farid berharap kolaborasi antara pedagang pasar, petani, pemerintah, dan Bulog dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang lebih baik sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Kalimantan Tengah.

"Nah, inilah yang kita kolaborasikan dengan pedagang di pasar, ada pedagang sayuran, minyak, dan lainnya. Dengan Bulog pun kita sudah komunikasi, sehingga apa? Info ini bisa untuk kita safety ke depannya. Jadi harga itu enggak sampai melambung tinggi," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)