SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat sebanyak 14.987 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi pekan pertama hingga pekan ke-28 atau pertengahan tahun 2026.

"Kalau untuk ISPA saat ini masih kondisi terkendali. Artinya walaupun kasusnya tinggi, cuma dari bulan ke bulan masih seperti bulan-bulan sebelumnya dan minggu-minggu sebelumnya. Ada peningkatan tapi tidak signifikan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Nugroho Kuncoro Yudho, Selasa, 21 Juli 2026.

Selama musim kemarau, Dinkes Kotim memberikan perhatian khusus terhadap dua penyakit yang berpotensi meningkat, yakni ISPA dan diare.

Namun, dari kedua penyakit tersebut, diare menjadi prioritas utama karena dapat berkembang dengan cepat dan berisiko menyebabkan kematian apabila terlambat ditangani.

"Kemarau yang paling kami waspadai ISPA dengan diare. Cuma karena diare ini sifatnya cepat dan mematikan, jadi ini lebih kami waspadai. Karena kebetulan kasusnya cukup meningkat, jadi ini yang menjadi prioritas kami. Kalau ISPA alhamdulillah masih relatif aman. Walaupun ibarat kata kasusnya cukup tinggi, tetapi tidak sampai meninggal," ujarnya.

Nugroho menjelaskan, penyebaran kasus ISPA di Kotim masih bersifat fluktuatif. Meski demikian, sebagian besar kasus ditemukan di wilayah perkotaan, terutama Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.

"Kalau ISPA-nya masih kurang lebih. Jadi fluktuatif. Memang yang lebih banyak di dalam kota lah, Baamang Ketapang," tambahnya.

Dinas Kesehatan Kotim mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama musim kemarau dengan menggunakan masker saat kualitas udara menurun, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika terjadi kabut asap, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang tidak kunjung membaik. (DEWI PATMALASARI/j)