BORNEONEWS, Palangka Raya - Rani menemui jalan buntu. Wanita 44 tahun ini sudah mencari penjelasan dan keadilan kepada semua pimpinan PT Asuransi Bumiputera, namun semua seolah kompak melawannya.
Tapi sekarang Rani mendapat saksi kunci. Jika saat ia bertanya dan meyakinkan diri kepada Ngadimin, Sabarudin dan Nizar jajaran Direktur Operasional PT Bumiputera dan dijawab dengan kilahan bahkan kemarahan, Rani akhirnya menemui Ide si agen yang kadang menghubunginya untuk melakukan tagihan.
Tak mau kecolongan lagi, Rani merekam pembicaraannya dengan Ide untuk dijadikan bukti. Ide mengaku pernah mendengar saat Sabarudin mengatakan kepada Rani bahwa hanya tinggal satu kali lagi Rani harus membayarkan premi kepada Bumiputera.
"Iya, ingat itu," jawab Ide dalam rekaman saat Rani menyuarakan kembali apa yang diucapkan Sabrudin sebelumnya. Artinya ada kekompakan yang terjadi secara internal saat Rani memperjuangkan haknya.
"Nyatanya, asuransinya itu saya klaim tahun kemaren, klaimnya itu tidak sesuai. Katanya itu kurang satu premi lagi. Sabarudin dihubungi malah mengatakan dia tidak bilang itu premi yang terakhir. Kalau begini kan seolah-olah saya yang salah tidak membayar premi. Tapi sekarang saya punya buktinya," sebutnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)








