BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Barito Timur terus memperkuat peran literasi sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Melalui kunjungan ke Raffasya Garden di Desa Haringen, Kecamatan Dusun Timur, Selasa, 21 Juli 2026, DPK mendorong lahirnya desa wisata berbasis agroteknologi yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur periode 2025–2030, yakni pengembangan desa wisata tematik dan agroteknologi. DPK memandang literasi memiliki peran strategis dalam melahirkan inovasi, kreativitas dan semangat kewirausahaan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Kunjungan itu menyasar Raffasya Garden, usaha mikro yang dirintis pasangan suami istri Hendra Arsani dan Sarah Azhari. Berawal dari hobi merawat tanaman buah-buahan tropis di pekarangan rumah, keduanya kemudian memasarkan hasil kebun melalui media sosial. Usaha yang semula dijalankan secara sederhana itu kini terus berkembang dan mulai dikenal masyarakat sebagai penyedia aneka buah tropis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPK Barito Timur, Ari Panan P Lelu, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam mengembangkan usaha mikro yang memiliki prospek menjadi destinasi wisata edukasi berbasis pertanian.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan support sekaligus wawasan kewirausahaan yang inovatif kepada pemilik usaha mikro Raffasya Garden. Kami berdiskusi mengenai manajemen pemasaran, pengembangan usaha, hingga teknis perawatan tanaman buah-buahan yang juga dapat dipelajari melalui buku-buku bacaan yang tersedia di Perpustakaan Daerah," ujar Ari.
Ia menjelaskan, perpustakaan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi telah berkembang menjadi pusat literasi yang mampu mendorong lahirnya ide-ide kreatif, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat pengembangan usaha berbasis potensi daerah. Menurut Ari Panan, akses terhadap informasi dan pengetahuan menjadi modal penting dalam menciptakan pelaku usaha yang inovatif dan berdaya saing.
Ia menambahkan, sinergi antara literasi dan kewirausahaan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya desa wisata agroteknologi di Desa Haringen. Kehadiran destinasi tersebut diyakini tidak hanya akan memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui wisata edukasi, budidaya tanaman buah, dan pemasaran produk lokal.
"Harapan kami, apa yang dirintis di Raffasya Garden ini dapat berkembang menjadi bagian dari visi Barito Timur SEGAH, yakni Sejahtera, dalam waktu yang tidak lama. Ini bukan hanya tentang usaha, tetapi juga tentang membangun kemandirian, kreativitas dan kesejahteraan masyarakat," tutup Ari.
Dengan pendekatan literasi yang dipadukan dengan pengembangan potensi lokal, DPK Barito Timur optimistis Desa Haringen mampu tumbuh sebagai salah satu kawasan percontohan desa wisata agroteknologi yang mendukung pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (AGUSTINUS BOLE MALO/Y)









